A. Metode Pendekatan Produksi
- Penghitungan pendapatan nasional menggunakan metode pendekatan produksi, yaitu dengan menjumlahkan nilai produksi masing-masing sektor ekonomi atau dengan menjumlahkan secara keseluruhan nilai tambah (value added) dari semua kegiatan ekonomi yang dihasilkan perusahaan-perusahaan.
- Penggunaan cara ini dalam menghitung pendapatan nasional mempunyai dua tujuan penting, yaitu:
- Penggunaan cara ini dalam menghitung pendapatan nasional mempunyai dua tujuan penting, yaitu:
1. Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai sektor ekonomi di dalam mewujudkan pendapatan nasional;
2. Sebagai salah satu cara untuk menghindari penghitungan dua kali yaitu dengan hanya menghitung nilai produksi netto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi.
2. Pertambangan dan penggalian;
3. Industri pengolahan;
4. Listrik, gas, dan air bersih;
5. Konstruksi;
6. Perdagangan, hotel dan restoran;
7. Pengangkutan dan komunikasi;
8. Keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan;
9. Dan jasa-jasa.
- Rumus perhitungan pendaptan nasional dengan pendekatan produksi dengan menjumlahkan sumbangan berbagi sektor ekonomi (lapangan usaha):
Y = ∑PiQi
Y = P1Q1 + P2Q2 +….+ PnQn
|
Y = Pendapatan Nasional
Pi = Harga produk masing-masing sektor
Qi = Produksi masing-masing sektor
Contoh:
Berikut ini data PDB berdasarkan sektor ekonomi:
Pendapatan Domestik Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah)
Lapangan Usaha
|
2006
|
2007
|
2008*
|
2009**
|
1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan
|
262,402.8
|
271,509.3
|
284,620.7
|
296,369.3
|
2. Pertambangan dan Penggalian
|
168,031.7
|
171,278.4
|
172,442.7
|
179,974.9
|
3. Industri Pengolahan
|
514,100.3
|
538,084.6
|
557,764.4
|
569,550.8
|
4. Listrik, Gas & Air Bersih
|
12,251.0
|
13,517.0
|
14,993.6
|
17,059.8
|
5. Konstruksi
|
112,233.6
|
121,808.9
|
130,951.6
|
140,184.2
|
6. Perdagangan, Hotel & Restoran
|
312,518.7
|
340,437.1
|
363,813.5
|
367,958.8
|
7. Pengangkutan dan Komunikasi
|
124,808.9
|
142,326.7
|
165,905.5
|
191,674.0
|
8. Keuangan, Real Estate & Jasa Perusahaan
|
170,074.3
|
183,659.3
|
198,799.6
|
208,832.2
|
9. Jasa-jasa
|
170,705.4
|
181,706.0
|
193,024.3
|
205,371.5
|
Produk Domestik Bruto
|
1,847,126.7
|
1,964,327.3
|
2,082,315.9
|
2,176,975.5
|
* Angka Sementara
** Angka Sangat Sementara
- Rumus perhitungan pendaptan nasional dengan pendekatan produksi dengan menghitung nilai tambah (NTB) agar tidak terjadi perhitungan ganda.
Y = ∑NTB
Y = NTB1 + NTB2 +….+ NTBn
|
Contoh Perhitungan Pendapatan Nasional dengan Metoda Pendekatan Produksi menggunakan Nilai Tambah
No.
|
Lapangan Usaha
|
Jumlah
(Milyar Rp)
|
Nilai Tambah
(Milyar Rp)
|
1.
|
Pertanian Kapas
|
1.000
|
-
|
2.
|
Perdagangan Kapas Mentah (Baku)
|
2.000
|
1.000
|
3.
|
Industri Benang
|
5.000
|
3.000
|
4.
|
Perdagangan Benang
|
7.000
|
2.000
|
5.
|
Industri Tekstil
|
10.000
|
4.000
|
6.
|
Perdagangan Tekstil
|
15.000
|
5.000
|
7.
|
Industri Pakaian Jadi
|
40.000
|
25.000
|
8.
|
Perdagangan Pakaian jadi
|
50.000
|
10.000
|
Jumlah
|
Y = 50.000
|
B. Metode Pendekatan Pendapatan
- Berdasarkan metode pendekatan pendapatan, besarnya pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan dalam menghasilkan barang danjasa yang diproduksi di suatu negara selama satu tahun. Pendapatan darifaktor produksi meliputi upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal dan laba.
a. sewa (rent income) atau disingkat (r),
b. upah dan gaji (wage and salary income) atau disingkat (w),
c. bunga (interest income) atau disingkat (i), dan
d. laba usaha (profit income) atau disingkat (p).
- Dalam bentuk persamaan dapat dirumuskan sebagai berikut:
Y = w + r + i + p
|
Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional
w = wage = Upah/gaji
r = rent = sewa tanah
i = interest = bunga modal
p = profit = keuntungan/laba
- Contoh:
Diketahui data-data sebagai berikut (dalam miliar):
- Sewa tanah Rp 30.000,00
- Upah Rp 250.000,00
- Bunga modal Rp 50.000,00
- Laba usaha Rp 40.000,00
Hitunglah pendapatan nasional dengan pendekatan penerimaan/ pendapatan
Jawab :
Y = r + w + i + p
Y = Rp 30.000 + Rp 250.000 + Rp 50.000 + Rp 40.000
= Rp 370.000,00
C. Metode Pendekatan Pengeluaran
- Pendapatan nasional jika dihitung dengan metode pendekatan pengeluaran maka penghitungannya dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang dilakukan oleh seluruh masyarakat.
- Komponen pendapatan nasional dari sisi pengeluaran meliputi berikut ini.
a. Pengeluaran konsumsi (C), meliputi semua pengeluaran rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga swasta bukan perusahaan untuk membeli barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan.
b. Pengeluaran investasi (I) meliputi semua pengeluaran domestik (dalam negeri) yang dilakukan oleh swasta untuk mendirikan bangunan, mesin-mesin, perlengkapan, dan jumlah persediaan perusahaan.
c. Pengeluaran pembelian pemerintah (G), terdiri pembayaran pensiun, beasiswa, subsidi dalam berbagai bentuk, dan transfer pemerintah.
d. Ekspor neto (X–M), meliputi keseluruhan jumlah barang dan jasa yang diekspor dan diimpor. Jika ekspor lebih besar dari impor, maka ekspor neto bertanda positif (+). Sebaliknya bila ekspor lebih kecil dari impor, maka ekspor neto bertanda negatif (–).
- Dalam bentuk persamaan, maka akan tampak sebagai berikut.
Y = C + I + G + (X-M)
|
Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional
C = Konsumsi = Pengeluaran RT Konsumen
I = Investasi = Pengeluaran RT. Produsen
G = Pengeluaran RT.Pemerintah
X = Ekspor
M = Impor
- Contoh:
Diketahui data sebagai berikut (dalam miliar):
- Pengeluaran konsumen Rp 125.000,00
- Tingkat investasi Rp 150.700,00
- Pengeluaran pemerintah Rp 130.000,00
- Nilai ekspor Rp 225.250,00
- Nilai impor Rp 170.500,00
Hitunglah besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran
Jawab:
Y = C + I + G + (X – M)
Y = Rp 125.000 + Rp 150.700 + Rp 130.000 + (Rp 225.250 – Rp 170.500)
= Rp 405.700 + Rp 54.750
= Rp 460.450,00


0 komentar:
Posting Komentar